Bikepacker Series : Amazing Race Surabaya Menuju Pulau Opak

Bikepacker Series : Amazing Race Surabaya Menuju Pulau Opak – Wah…  Akhirnya punya semangat lagi untuk menulis cerita di blog kesayangan ini… Setelah sebelumnya cukup lama vakum dan mempercayakan kepada beberapa penulis untuk mengisi artikelnya.  Namun dikarenakan kali ini saya memiliki cerita khusus untuk dipublikasikan, maka saya mulai rajin menulis,,, siapa tau dapat beasiswa buat sekolah stuntman :D

Amazing Race Surabaya Menuju Pulau Opak

Sebetulnya cerita ini sudah lama yaitu 1 minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan 2015 kemaren, kala itu saya sudah merencanakan untuk mengikuti acara Summer Camp di pulau Opak bersama teman teman bikepacker.  Oh ya nanti akan saya kupas tentang Bikepacker, biar tidak lagi ada salah paham tentang Backpacker dan Bikepacker…  Walau sebetulnya Bikepacker adalah penggabungan antara kaum yang menyukai travelling atau lebih dikenal dengan traveller a.k.a backpacker dengan kaum yang suka touring menggunakan sepeda motor.  Maka dari itu terciptalah komunitas Bikepacker yang asal muasalnya di forum Kaskus, official thread Bikepacker bisa dilihat disini .  Dengan mengusung tagline “piknik naik motor“, membuat komunitas ini cepat berkembang pesat.  Salah satu hal dan penyebab utama adalah, apapun motor anda bukan menjadi masalah karena Bikepacker bukan klub motor hihihi.

Logo Komunitas Bikepacker Indonesia

Logo Komunitas Bikepacker Indonesia

Kembali ke awal cerita, setelah semuanya siap dan menyusun segala keperluannya, eh ternyata hari kamis siang ada panggilan dari bos kalau ada barang di Jakarta yang harus dikirim ke Surabaya tetapi karena barang tersebut termasuk penting dan takut beresiko jika dikirim melalu jasa pengiriman barang, maka saya diutus untuk membawa barang tersebut ke Surabaya.  Singkat kata karena misinya sebentar akhirnya saya pastikan bisa.  Saya berharap bisa berangkat malam itu juga setelah latihan bersama Iko Uwais dkk, namun ternyata harga tiket malam itu lumayan mahal sehingga rencana berubah dengan mengambil penerbangan pertama ( pukul 04.10 ) dan sekalian membeli tiket pulang yaitu penerbangan pukul 14.30 maskapai yang berlogo singa.

Singkat kata urusan di kota pahlawan sudah kelar dan sesuai jadwal maka siang harinya setelah sholat Jumat ( ups maksudnya setelah menunggu teman yang lagi sholat jumat hehe ) akhirnya saya diantar oleh staf kantor om Daniel BK alias Botak Keren haha.  Penerbangan dijadwalkan pukul 14.00 wib, sebagai warga negara yang baik dan cinta kebersihan maka saya datang di bandara tepat waktu 1 jam sebelum penerbangan untuk check in dan basa basi sama petugas counternya hehe.  Namun,,, tiba-tiba dan pada suatu ketika.. halah… ndilalah ( opoooo ikiii .. ) pas mau masuk ke bandara ada pemberitahuan bahwa pesawat yang akan saya tindihin… lho… delay alias terlambat a.k.a tidak berangkat tepat waktu.  Okelah, tapi manusia hanya bisa merencanakan namun Tuhan tetaplah yang menentukan.  Tiba-tiba tanpa kuduga kaki ini yang harusnya masuk untuk check in tiba tiba berbelok ( maaf masih di area bandara ya bukan belok ke gang Dolly ).  Bau kopi rupanya tidak bisa menahan hasrat ini untuk segera menyruputnya, walau pada akhirnya bukan kopi yang disruput yaitu hot coklat di counter penjual donat huft… sebetulnya misi kali ini bukan menikmati donat atau coklatnya, tapi tempatnya strategis dibawah ada colokan listrik rahasia pengobat dahaga kedua hp super canggih ini.  Sambil memanfaatkan waktu ngecas hp saya menikmati semriwingnya angin yang menerpa dari kipas angina buatan China persis disebelah muka.

Amazing Race Surabaya Menuju Pulau Opak

Kenikmatan yang saya alami berasa sudah duduk di tepi pantai dengan lalu lalang pantat-pantat mbak-mbak yang bahenol uhui… Iseng-iseng saya melihat jam di tangan kanan, sengaja dipasang di tangan kanan agar mudah melihatnya, daripada dipasang di kaki kanan nanti repot kalau mau lihat.  Ternyata oh tidak waktu menunjukkan pukul 14.25, maka saya berburu berlari dan merangkak tanpa diiringi salto … haiayyhhha… menuju counter check in.  Akhirnya sampai juga di area check in bandara Juanda yang lumayan gede ini.  Clingak-clinguk mencari counter untuk penerbangan saya kok tidak ada.  Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk bertanya pada mbak-mbak yang pake seragam singa.  Tidak lupa saya makan permen dulu biar pas ngomong bisa keluar kembang kayak di tipi tipi itu.  Akhirnya terjadilah pertemuan dengan mbak yang bertugas untuk mengatur check in penumpang.  Saya bertanya dengan halus, mungkin saking halusnya bahasa akhirnya mbak nya sampai ngantuk.  Intinya saya sudah tidak bisa masuk lagi ke pesawat karena terlambat untuk check in.  Oke lah saya memang salah dan mengakui kalau itu keterlambatan dalam check in, saya pun memohon dan bersimpuh.. ( aduh ini hanya dramatisasi lho ya… ) Mbak tolong saya, besok mau camping di pulau Opak, atau minimal mbak nya kasih saya pin bb biar kalau saya ke Surabaya lagi bisa ngajak mbak nya check in ( skip… skip… skip… ).  Akhirnya mbak yang ganteng rupawan tersebut bersedia untuk menanyakan ke atasannya, dan jawabannya pun sama, tidak bisa masuk ke pesawat karena system telah ditutup.  Saya pun bertanya apa solusinya ?  Beli tiket lagi mas,,,

Huhuu.. pecah rasanya, bumi bergoyang, lantai bergetar dughhh kenapa jadi apes begini,,, tapi sekeliling kok tidak ada pengunjung lain yang bergoyang akhirnya saya pun tersadar jika itu hanyalah ilusi semata huh.  Baiklah mbak terima kasih atas waktunya… jawab saya dengan singkat jelas dan padat tanpa bertele-tele.

Dari saku, hp super canggih menyisakan baterei 20%, ingin rasanya menelpon direktur Lion Air, lalu saya pun mencari kontak hp yang ada hampir 1.000 nama.  Namun akhirnya tidak menemukan nama tersebut dan baru ingat kalau saya memang ndak kenal dengan pak direktur… huft…

:ngakak  :maho

Pikiran melayang ke pulau Opak, dengan bayangan hamparan pasir dan ombak-ombak kecil yang ada.. huh.. api unggun juga menggoda serta ikan bakar… Arghhhh… Dengan segenap kekuatan yang ada akhirnya saya pun bergegas mencari loket-loket penjualan yang ada di bandara.  Beruntung di bandara Juanda masih ada beberapa loket.  Beberapa tiket masih tersisa namun harganya naudzubillah, bisa bikin Barack Obama jadi item deh…  HP super canggih kembali saya ambil, kali ini sisa 15% lagi baterenya, saya gunakan untuk cek saldo sambal berharap ada mukjizat saldoo nambah 100x lipat ( amin ).  Wah pas-pas an, maklum bukan karyawan kantoran, kadang banyak kadang dikit kadang minus wkwkwkkw.  Akhirnya mempercayakan pencarian tiket melalui aplikasi online deh.  Hampir 2 jam berburu tiket untuk malam namun harga tiket di aplikasi online tidak stabil, mirip harga saham dan index huh.

Matahari mulai terbenam, pertanda gelap akan datang… Lampu-lampu bandara sudah mulai dinyalakan wah pertanda bakal nginep di bandara deh…  Entah lah,,, semoga masih dapat tiket untuk malam ini…  bersambung…

Ikuti Update Yuk...

No spam !

Menginap di Bandara Juanda Surabaya
Pengalaman Cetak Tiket Mandiri Kereta Api di Stasiun Senen
Please sharing if you like :
Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *