Menikmati Pelangi di Niagara

”AMAZING”… itulah kata yang terucap dari Shinichi, wisatawan asal Jepang, saat mendekati bibir tebing yang dipagari persis di samping air terjun Niagara, suatu siang di akhir September. Bentangan air terjun yang lebar disertai deburan air yang menghadirkan buih putih yang tinggi menyerupai kabut seakan menyapa setiap wisatawan yang datang ke tempat itu.

Siang itu… pelangi dengan warna-warni yang menawan muncul dan melintang di sekitar air terjun itu, membuat wisatawan yang ada di situ tak berhenti mengagumi Niagara.

Wow… indah sekali! Kamera pun tak berhenti mengabadikan pemandangan pelangi yang terus memancarkan cahaya warna-warni. Beberapa pelancong yang berdiri dari posisi di negara Kanada, merekam momen tersebut dengan video, khawatir pelangi segera menghilang. Tetapi, ternyata hingga beberapa jam berdiam di sekitar Niagara, pelangi tetap saja ada, bahkan bertambah besar membentuk panorama alam yang indah yang dapat disaksikan hingga malam hari.
Menikmati Pelangi di Niagara 2
Niagara memang tak pernah habis pesonanya. Air terjun yang hadir, yang tercipta sejak lebih 12.000 tahun lalu, di bagian utara Amerika ini, persisnya di perbatasan Amerika Serikat dengan Kanada, ini terus menghadirkan pemandangan alam yang menawan.

Kemegahan Niagara sebagai destinasi wisata dunia terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan bumi.

”Indah sekali, tidak menyangka bisa melihat langsung dari dekat Niagara,” ujar Wahyu, salah satu pelajar dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bersama 17 pelajar lainnya yang menjadi duta seni dan misi budaya pelajar Boyolali di AS dan Kanada, saat mampir di Niagara.

Niagara menjadi sangat terkenal karena air terjun utamanya yang lebar, yang posisinya sebagian di wilayah AS dan selebihnya di Ontario, Kanada.

Satu bagian air terjun Niagara lain, yakni Bridal Veil, di wilayah AS yang terpisahkan oleh Luna Island, Danau Besar. Sungai Niagara berasal dari kumpulan air yang mengalir dari dua danau besar, yakni Danau Erie dan Danau Ontario.

Pada musim dingin, air terjun Niagara juga ikut membeku. Namun, eksotisme alam salah satu keajaiban dunia ini tetap bisa dinikmati.

Menikmati Pelangi di Niagara

Jika berdiri di posisi Kanada, maka akan menyaksikan dari dekat bentangan Sungai Niagara yang lebar dengan arus yang mengalir deras. Cukup berdiri di pinggir pagar, Sungai Niagara langsung di depan mata. Dari sungai tersebut berjalan sedikit, arus sungai seakan menuntun menuju air terjun yang tingginya mencapai 54 meter.

Saat berdiri dekat lokasi air terjun, gemuruh suara air yang jatuh begitu jelas terdengar. Bahkan begitu kuatnya air terjun itu, percikan air pun sampai mengenai wisatawan yang berdiri persis di pagar di pinggiran tebing air terjun. Jika keasyikan memotret dan merekam, kamera bisa basah terkena percikan air. Badan dan pakaian pun bisa basah jika berlama-lama berdiri di samping Niagara.

Mendekat dengan kapal

Bagi yang menyukai petualangan, dan ingin menyaksikan air terjun lebih dekat lagi, pengelola tempat wisata air terjun Niagara menyiapkan kapal pesiar, Hornblower Niagara Cruises, yang akan membawa wisatawan mendekati air terjun dengan menyusuri sungai dari bawah.

Setiap wisatawan yang naik kapal harus siap berbasah-basah, karena kapal membawa mereka tak jauh dari jatuhnya air. ”Kalau ingin merasakan air terjun Niagara dari dekat, lebih menyenangkan naik kapal,” ujar Duta Martin, warga Indonesia yang lama bermukim di AS.

Jika takut ketinggian, cukup melihat air terjun dari arah taman di sekitar Niagara. Duduk di taman asri dengan bunga-bunga yang indah berwarna-warni menghadirkan sensasi tersendiri. Tak hanya taman yang luas, di kawasan Niagara pun tersedia lahan parkir untuk kendaraan dan bus wisatawan. Untuk menuju lokasi air terjun wisatawan harus berjalan kaki.

Di sekitar Niagara juga terdapat museum yang memberikan informasi tentang sejarah Niagara, serta beberapa museum lainnya. Bangunan-bangunan tinggi di dekat air terjun, termasuk hotel dan kasino juga ada.

Untuk masuk ke Kanada, cukup menyeberang jembatan di perbatasan AS-Kanada, tentu sebelumnya harus mengantongi visa Kanada.

Begitu terkenalnya air terjun Niagara, sehingga menantang sejumlah orang untuk menggelar atraksi di Niagara. Kisah akrobatik Charles Blondin yang pertama berhasil menyeberangi air terjun Niagara sejauh 300 meter, satu meter di atas permukaan air, dengan berjalan pada seutas tali tahun 1859, dan aksi yang sama dengan meniti tali di atas air terjun yang dilakukan Maria Spelterina pada 1867, tetap menjadi buah bibir hingga kini.

”Ada juga seorang perempuan yang pernah terjun ke air terjun dengan menggunakan tong besi dan selamat. Sampai sekarang tidak ada lagi yang berani melakukan atraksi di sana, he-he,” papar Duta Martin.

Itulah Niagara, salah satu keajaiban di dunia ini yang terus menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang melihat dari dekat.

Ikuti Update Yuk...

No spam !

Berburu Batu Giok di Pasar Bogyoke
5 Hotel di Singapore Ini Jadi Incaran Utama Backpackers
Please sharing if you like :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *