Proses Awal Menuju The Raid 2 : Berandal

The Raid 2 : Berandal – sore tadi saya menerima telpon dari PT Merantau Films ( mas Hari ) yang mengundang saya untuk datang ke kantor guna pre casting. Kaget, gembira campur seneng pasti sangat menjadi-jadi dikarenakan pre casting kan casting yang dilakukan sebelum casting untuk umum dibuka. Jadi begitu mendapatkan telepon tersebut saya kegirangan buk├án maen, mungkin bagi para senior hal ini lumrah dan biasa namun bagis saya ini adalah sebuah hal yg patut saya syukuri, terlepas dari diterima atau tidak, yang utama saya menjalaninya terlebih dahulu. Saking gembiranya, saya sampe peluk dan cium seseorang yang saat ini bareng sama saya. Cewek apa cowok bro??? Ya cewek lah, emang gw gay hahahaha. Siapa dia? Rahasia… tuing.
:lol:
FYI, pada saat saya shooting film The Raid tahun 2011 lalu saya nggak sempat menulis secara detail proses dr sejak awal saya mengikuti casting hingga menjadi salah satu fighter di film tersebut. Dan juga, waktu itu saya harus bolak-balik Surabaya Jakarta 4x dalam seminggu guna menyelesaikan proses shootingnya. Kali ini, saya akan mengupas dari awal sejak keterlibatan saya di film The Raid 2 : Berandal ini. Sekali lagi terlepas dari diterima / tidak, saya akan tetap menuangkan dalam tulisan.
:shakehand2
Oh ya, ada 1 hal lagi. Pada saat saya dipanggil oleh PT. Merantau film pada tahun 2011 lalu, posisi saya di kota Bondowoso, Jawa Timur dan sempat menolak karena saat itu sedang terlibat proyek besar pembuatan film fenomenal Bendera Sobek yang disutradarai oleh Dwi Ilalang. Berhubung mas Dwi sudah tau sepak terjang saya dari awal casting, di panggilan ke 3 saya menerimanya dan segera bergegas ke Jakarta. Hari ini kejadian itupun terulang kembali, bersyukur saat ini sedang dalam suasana break setelah seminggu yang lalu menyelesaikan shooting film Gevangenis yang juga digarap oleh Dwi Ilalang. Khusus film Gevangenis nanti akan saya ceritakan juga dalam postingan terpisah. Tapi jika teman-teman ingin liat PRE TRAILER film Gevangenis, silahkan buka di Youtube dengan kata kunci Pre Trailer Gevangenis.
:semangat!:
Oke lanjut dengan proses awalnya, sore tadi saya bertolak ke Jakarta dari Jogja setelah sebelumnya dari kota Pemalang. Yang tadinya jam 4 sore sudah bersiap ke Surabaya akhirnya dirubah haluannya 180 derajat yakni ke Jakarta hahahaha. Bayangkan, ini saya berangkat dengan baju bersih yang menempel di badan doank wkwkwkwkwk dan uang saku yang kurang dari cukup. Tapi berhubung saya percaya sekali kepada Tuhan YME maka saya tetap berangkat, apalagi sudah telpon ibunda untuk menjelaskan kronologisnya.
:senyum:
Jika melihat jadwal kedatangan di tiket, besok akan tiba di stasiun pasar senen sekitar 03.54 yah pas pas nya jam 4 pagi deh, tapi biar maknyus karena kebiasaan ngaret di PJKA maka saya buat aja perkiraan sampe Jakarta jam 5 subuh. Syukur kalau sampenya udah terang jadi nggak bingung buat mandi di toiilet stasiun dan berbagai keperluan standar lainnya. Nggak terbayang perjalanan saya saat hari ulang tahun ke-30 kemaren minggu. Pagi jam 7 pake kereta ke Pemalang, sorenya pake travel ke Jogja, kemudian esoknyaa yang tadinya harus balik ke Surabaya ternyata berubah lagi ke Jakarta. Dan besok kemungkinan besar jika waktu mencukupi saya akan ikut latihan barang sehari dengan teman beserta grupnya yang juga sedang persiapan membuat film action. Pokoknya sejak munculnya film Merantau dan ditambah The Raid kemaren, dunia perfilman mulai bergeliat dengan berbagai film action yang siap diproduksi. Hal ini tentunya akan menggembirakan bagi teman-teman stuntman dan fighter yang beberapa tahun yang lalu sangatlah sepi job untuk maen film. Begitu juga para pengunjung setia bioskop akan diberikan tambahan pilihan film yang bisa ditonton.
Kereta semakin melaju kencang melibas jalur baja yang dilaluinya, sedikit sebel juga di tiap stasiun yang berhenti masiH ada penjual dan pedagang asongan yang memasuki kereta. Ya memang sih mereka mencari rejeki, tapi bukankah sudah ada peraturan kalau pedagang asongan dilarang menaiki gerbong penumpang? Huft.. Apa mau dikata, terpaksa tidur ayam karena dikit-dikit teriakan dari para penjual membangunkan saya… Huhuhuhu. Gpp lah, ini juga kan bagian dari sebuah perjuangan, lagian kalau saya kaya pasti naek pesawat, 1 jam juga sampe hihihihihihi. Cuma karena …. Udah ah nggak mau saya teruskan, tar dibilang tidak mensyukuri nikmat pemberian dari Tuhan YME.
:swt2:
Saya tutup dulu untuk hari ini ya, besok saya lanjutkan lagi pas menginjak kota Jakarta. Pokoknya saya usahakan cerita ini akan terus mengalir dengan alur yang jelas dan terarah hehehehe. Selamat istirahat teman-teman semua.
:salaman:
Maaf jika catatan saya masih berantakan, nanti jika sudah online saya akan rapikan dengan indah hihihihi. Follow yuk twitter saya biar up to date beritanya www.twitter.com/udehnans
Salam sukses semuanya :semangat!:

Ikuti Update Yuk...

No spam !

Menginap di Stasiun Pasar Senen Jakarta
Pemeran Pengganti di Perfilman Indonesia
Please sharing if you like :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *