Road to Gold Coast – The Beginning of Stunt Journey

Road to Gold Coast – The Beginning of Stunt Journey – Halo kawan-kawan semua, wah sudah tidak terasa lama sekali saya tidak update blog ini, berbagi cerita dan pengalaman tentang banyak hal.  Kali ini dan semoga mulai hari ini saya akan rutin menulis untuk kisah perjalanan saya ke Gold Coast, Australia dan juga pengalaman selama berada disini.  Untuk lebih mudah dalam mengikuti alur cerita maka saya akan berbagi pengalaman sejak awal keberangkatan dari Jakarta hingga transit di Denpasar.

Bismillah, mari kita mulai petualangannya.

Start From Depok

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Packing Up

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Bye my lovely camp

Cerita dimulai dari kota Depok, dimana ini adalah domisili saya sehari-hari, berangkat dari Depok hari kamis, tanggal 24 November 2016 sore hari.  Sengaja berangkat sore karena ingin bersilaturahmi dengan beberapa kawan yang berada di kota Bandung serta menyelesaikan beberapa urusan yang sempat tertunda.  Singkat kata sampai di Bandung dan menikmati secangkir kopi hangat saat bertemu dengan kawan Asep dari BLVZED yang merupakan partner untuk segala apparel keperluan Pejuang Stunt.

Udeh Nans Road to Gold Coast 3

Apparel BLVZED

Setelah melalui pembicaraan singkat saya melanjutkan untuk bertemu dengan kawan lainnya di kawasan Pasir Kaliki, Bandung.  Setelah semua urusan selesai perjalanan dilanjutkan melalui jalur selatan, sesuai rencana malam ini akan menginap di rumah sahabat di daerah Tanjung Sari, Sumedang Jawa Barat.  Sampai di rumah sahabat tidak perlu waktu lama untuk memejamkan mata karena memang sudah teramat sangat ngantuk dan hawa dingin pegunungan yang lumayan memanjakan tangan untuk segera menarik selimut.  Thanks untuk tumpangan inapnya semalam sobat…

Menuju kota Pemalang Ikhlas

Pagi hari cuaca cerah menyambut datangnya Jumat berkah, setelah menikmati beberapa gorengan dan juga sarapan yang luar biasa, perjalanan dilanjutkan menuju kota kelahiran yaitu Pemalang.  Tidak lupa berpamitan dengan sahabat dan segera petualangan pun berlanjut.  Rencana berangkat pukul 6 pagi buyar karena memang cuaca yang bikin malas untuk gerak atau bahasa gaulnya mager hahaha.  Seingat saya, waktu menunjukkan pukul 8 pagi saat berangkat dari Tanjung Sari.

Road to Gold Coast - Sarapan di Bandung

Kombinasi gorengan dan teh hangat

Road to Gold Coast - Sarapan di Bandung

Sarapan yang lezat

Sepanjang perjalanan tidak terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang karena memang jalur selatan beda dengan jalur pantura untuk kepadatan arus lalu lintasnya.  Walau begitu saya tetap tidak berani mengendarai dengan kecepatan yang telah ditentukan karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.  Siang hari mata tidak kuasa menahan kantuk sehingga terpaksa berhenti di rest area langganan yaitu di area tol Palikanci.  Setelah dirasa cukup prima dan bugar berkat bantuan kopi hitam, perjalanan pun dilanjutkan.

Akhirnya tepat pukul 13.30 sampai dengan selamat di rumah, menikmati makan siang ala rumah kemudian menyelesaikan beberapa urusan perbankan.  Hari berlalu dan malam ini pasti akan lebih enjoy untuk istirahat.

Bertemu si cantik Rachel di Purwokerto

Sabtu yang cerah ini badan lumayan bugar setelah semalam memanggil tukang pijit langganan rumah, siap untuk ke kota sebelah bertemu dengan si cantik Rachel, duh kalau gede saya jadiin pacar deh.  Perjalanan dari Pemalang ke Purwokerto tidak terlalu memakan waktu lama hanya medannya melalui jalanan yang terjal naik turun dan cukup sempit untuk dilalui kendaraan.

Singkat kata sampai sudah di Purwokerto dan disini hanya punya waktu 3 jam untuk bertemu dan bincang-bincang dengan Rachel dan mamanya.

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Cantiknya duh Rachel

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Jangan cemburu yak :p

Cantik kan Rachel ? Hihihi iyalah,,, model gitu lho…  Setelah kangen-kangenan selesai, saya pun pamit untuk pulang dan melanjutkan perjalanan.  Tidak lupa pulangnya mampir sejenak di daerah Pulosari untuk membeli nanas madu khas Pemalang.

Nanas madu khas Pemalang

Nanas madu khas Pemalang

Naik Kereta ke Surabaya

Kota tujuan selanjutnya yaitu Surabaya atau kota Pahlawan, ini adalah kota ke-3 yang sering saya kunjungi karena memang erat kaitannya dengan kantor yang saat ini saya kelola.  Setelah berpamitan dan minta restu kepada emak, saya berangkat ke stasiun Pekalongan dengan diantar oleh kakak.  Terpaksa naik kereta dari stasiun kota sebelah karena kereta yang saya naiki tidak berhenti di kota Pemalang.  Waktu kedatangan KA Harina di stasiun Pekalongan sekitar pukul 3.45 dan akan tiba di stasiun Pasar Turi, Surabaya sekitar pukul 10.00 wib.  Perjalanan cukup menyenangkan karena gerbong kereta api sekarang dilengkapi AC meskipun untuk kelas ekonomi.  Juga tidak ada pedagang asongan yang keliling mondar-mandir membangunkan penumpang hanya untuk menawarkan dagangannya.

Singkat cerita agak terlambat sekitar 15 menit tapi alhamdulillah sampai dengan selamat di kota pahlawan dan dijemput oleh kawan cantik dan putrinya yang juga manis hihihi.

4 Hari di Surabaya

Panas yang cukup menyengat menyambut kedatangan KA Harina di stasiun Pasar Turi, Surabaya.  Sepertinya tidak banyak kegiatan yang bakal dilakukan di kota ini.  Setelah istirahat dengan cukup, keesokan harinya memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke kota Malang untuk bertemu kawan lama yang sudah lama tak bersua.  Menggunakan bus dari terminal Bungurasih, perjalanan menuju kota Malang menempuh waktu 2 jam.  Perjalanan seperti biasa tidak ada hal yang istimewa hanya tidak ada kemacetan seperti waktu dulu sekitar tahun 2010 – 2012 an setiap ke Malang pasti macet di Porong, Sidoarjo karena adanya bencana lumpur Lapindo.

Singkat kata bertemulah dengan teman di terminal Arjosari dan kami sepakat untuk menuju kota Batu untuk sekedar menikmati dinginnya hawa disana dan mencicipi ketan yang cukup populer.  Saya tidak bisa menghabiskan banyak waktu di kota Malang karena malam harus segera pulang ke Surabaya dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar.

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Bertemu Via di Batu

Masih ada sisa waktu 1 hari di Surabaya saya gunakan untuk bertemu dengan beberapa teman untuk bercengkerama setelah lama tidak berjumpa.

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Sahabat dari jaman kerja di hotel

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Rame-rame ya

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Andai yang tua dan yang muda akur terus kwkwkw

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Sahabat dan rekan bisnis

Menuju Pulau Dewata

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Rabu tanggal 30 November jam 10.30 malam adalah jadwal pesawat yang akan menerbangkan saya ke Brisbane, Australia melalui Denpasar.  Maka dari itu siang hari saya menuju ke Denpasar menggunakan pesawat Lion Air dari bandara Juanda untuk transit beberapa jam di Bali.  Waktu yang tidak cukup banyak ini saya gunakan untuk kembali bersilaturahmi dengan beberapa kawan yang ada disini.  Terima kasih untuk pak Gamma, kawan lama saat bekerja di hotel Ciputra, Semarang yang dengan penuh semangat menjemput dan mengantar saya untuk berkeliling dan mampir ke kawan yang lain di kawasan kota Denpasar.

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Bli Rudi dan pak Gamma

Udeh Nans Road to Gold Coast 1

Bersama kawan pekerja seni di Bali

Alhamdulillah setelah silaturahmi selesai saya kembali ke bandara dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan serta memastikan tidak ada satupun barang yang tertinggal.  Sempat khawatir bakal kelebihan bagasi karena koper yang saya bawa ini cukup berat.  Alhamdulillah ternyata hanya 21 kg, tersisa 2 kg dari berat maksimal yang diperbolehkan.  Setelah proses check in selesai, perlahan berjalan menuju area keberangkatan, disini sudah mulai aroma warga negara Indonesia yang semakin sedikit.  Seingat saya hanya petugas penjual counter dan petugas security bandara yang bekewarganegaraan Indonesia, sisanya adalah orang asing dan kemungkinan 99% adalah warga negara Australia.   Well… ini adalah perjalanan pertama kali saya lintas benua, semoga diberikan keselamatan dan juga kesehatan selama disana… Amin…

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca pengalaman saya Road to Gold Coast – The Beginning of Stunt Journey ini ya, semoga bermanfaat…  Untuk update perjalanan dan foto yang lebih lengkap bisa dilihat di instagram.

Ikuti Update Yuk...

No spam !

Pengalaman Membuka Rekening Bank di Australia
Menghabiskan Akhir Tahun di Belitung
Please sharing if you like :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *